me-lam-bat.

Posted on June 5, 2011

0


Klik. Bangun. Klik. Mandi. Klik. Berangkat kerja. Klik. Mengejar kereta. Klik. Kuliah. Klik. Mengerjakan tugas. Klik. Pulang. Klik. Tidur. Klik.

sepaket kegiatan seperti itu hadir lagi keesokan harinya. begitu dan begitu.

menjalankan hal yang terlalu rutin. sampai akhirnya kamu merasa seperti mesin yang tinggal ditekan tombolnya, lalu melakukan kegiatan tertentu sesuai program. seperti mesin, kamu kehilangan rasa. padahal, yang membuat manusia hidup, adalah rasa. kalau sudah begini, semua yang dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, bukan pemenuhan kebutuhan apalagi merayakan kehidupan.

berapa banyak orang yang benarbenar  sadar sedang mengunyah ketika mereka makan? berapa banyak orang yang benarbenar  sadar sedang melangkah ketika mereka berjalan? berapa banyak orang yang benarbenar sadar sedang meneguk ketika menghabiskan segelas besar air putih? berapa banyak orang yang benarbenar  sadar sedang bertukar energi positif ketika mereka berpelukan?

halhal sederhana yang terpaksa kehilangan makna.

selama beberapa bulan lalu, saya menjadi manusia mesin seperti itu. melakukan ini itu tanpa rasa. selalu tergesagesa, entah mengejar apa. seolah hanya ingin segera menyelesaikan semuanya, tidak memedulikan proses dan hasilnya. tapi toh semester lalu sudah terlewati dan tidak mungkin mengulangi episodenya lagi.

maka di masa liburan ini, saya berjanji pada hati untuk mempergunakannya baikbaik. kembali belajar untuk merasa. menikmati setiap gerik, momen dan perubahan. dengan melambat.

 

Advertisement
Tagged:
Posted in: bercerita