tiga enam lima

Bagi saya, hidup itu seperti belajar meraba pada ruang tanpa cahaya. Dalam gelap, saya berjalan pelanpelan, kadang berlutut, merangkak menyusuri jejak. Setelah akhirnya berhasil keluar dari ruangan tersebut, saya sudah tidak ingat bagaimana caranya, yang penting saya sudah berhasil keluar. Seringkali. Itulah hidup. Terkadang kita tidak perlu mengerti semuanya. Kita hanya perlu berjalan melewatinya.

Hari ini, tepat setahun saya tidak menulis apapun di blog ini. Rasanya rindu juga, memanggilmanggil aksara untuk kemudian saya susun menjadi barisanbarisan kalimat. Selama 365 hari ini, tidak ada dokumentasi cerita yang saya bagi. Tapi, beberapa sempat saya tuliskan di buku catatan, mungkin nanti saya pindahkan ke sini.

Dalam kurun waktu satu tahun, tentunya begitu banyak episode dalam kehidupan saya. Pertemuan dan perpisahan. Tawa dan air mata. Harapan, pemenuhan, dan kekecewaan. Bahagia dan luka. Semua pengalaman berkebalikan itu selalu menjadi guru terbaik, sebagai saksi dalam proses pendewasaan. Sebagian sudah saya pecahkan misterinya, sebagian masih saya coba resapi maknanya.

Lalu hidup mengulang dirinya lagi, lagi, dan lagi. Kemudian kamu mulai memahami pola macam apa yang ditinggalkannya. Lalu kamu akan tertawa.

Berapa banyak lagi waktu yang kita punya?

Saya tidak tahu. Mungkin hanya hari ini saja, mungkin sebentar, mungkin selamanya. Tapi bukankah ‘selamanya’ tidak selalu berakhir bahagia? Dan waktu yang ‘sebentar’ bisa jadi meninggalkan manis dan makna mendalam yang kau nikmati untuk beberapa lama. Mungkin saja ‘hari ini’ mewujud kekal yang kau toreh dalam ingatan dan senantiasa kau putar ulang berkalikali. Sekali lagi, kita tidak akan pernah tahu.

Kalau memang hanya hari ini yang kita punya, kenangan macam apa yang akan kau ciptakan? Apakah kau ingin mengingatnya dalam setangkup senyum? Dalam potongan luka? Atau apa?

Akhirnya satu hari ini akan selesai. Semua kisahnya terangkum dalam satu masa, yang seolah hanya lewat sekejap mata. Ketika esok mentari hadir lagi, semoga kita bisa melangkahkan kaki dengan ringan menikmati setiap tangis dan tawa. Mempergunakan waktu sebaikbaiknya. Untuk mereguk semuanya. Untuk tidak menundanunda. Untuk jujur terhadap apapun yang kita rasa. Untuk mempersembahkan waktu bagi mereka yang kita cintai.

Karena kita tidak pernah tahu berapa banyak lagi waktu yang kita punya, mari rayakan saja hari ini!

Advertisements

One thought on “tiga enam lima

  1. aku juga pernah mengalaminya, kosong tanpa tulisan, berat memulai lagi tapi mau bagaimana lagi, I alreadey fall in love..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s