Surat #6: Menanti Pelangi

Biasanya hujan hanya mampir di kotaku. Kali ini, derasnya memeluk seluruh pelosok negeri. Tanpa kecuali, tanpa henti.

Harus berapa liter lagi hujan tercurah untuk bisa melihat pelangi? Kalau memang hujan bisa melarutkan kenangan, mungkin itu bisa aku pertimbangkan. Nyatanya, hujan malah menghadirkan semakin banyak kenangan.

Pelangi, cepatlah pulang. Tidak perlu terlalu lama meracik warnamu.

Ah, tapi padamu, aku belajar tentang setia. Untuk tidak terburuburu, untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kamu tidak memaksakan untuk memberhentikan hujan demi kamu tampil di permukaan. Dengan sabar, kamu menunggu hujan usai dan ketika memang sudah tiba waktumu, barulah kamu mengendap pelanpelan.

Tersenyum, melengkung. Penuh warna.

rainbow_in_the_sky_by_LittleBlackUmbrella

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s