Surat #8: Melangkah Lagi

Kalau kau terusterusan menggenggam masa lalu, bagaimana bisa menjemput bahagia yang baru?

Sudah kuterima pesanmu itu, melalui gumpalan awan yang meluruh dalam hujan kemarin malam. Ya, kamu benar. Ada saatnya ketika kita benarbenar harus melihat hanya ke depan, menahan diri untuk tidak menengok ke belakang.

Lalu, seperti melepaskan balonbalon. Aku memvisualisasikannya dalam kepala, aku melepaskan balonbalon satu per satu dari genggaman. Memerhatikan betul geraknya, sampai benarbenar hilang dari batas pandang. Belajar melepaskan. Semoga langkah ini kelak akan terasa lebih ringan, dengan tangan yang sengaja sudah dikosongkan.

Cukup lama aku bertahan, diam di tempat. Sementara, waktu tidak pernah ikut berdiam.

Aku memutuskan untuk melangkah lagi. Ini bukan perkara cepat atau lambat, ini adalah usahaku untuk bisa sampai di tempatmu. Bantu aku menyelaraskan perjalanan dengan sisa waktu yang kupunya.

79f8ffc96331ea9e8ac7fdda28787a20

Advertisements

3 thoughts on “Surat #8: Melangkah Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s