Merayakan Tigapuluh

Selamat sore, sayang. Bagaimana kegiatanmu di kantor hari ini? Mungkin pikiranmu sedang penat oleh pekerjaan yang seolah tak selesaiselesai. Kamu boleh baca surat singkat ini kapanpun waktumu tak padat.

Sore ini hatiku sedang menghangat, mengingatingat bagaimana akhirnya kita bisa bertukar rasa. Perkenalan sepuluh tahun yang kita jalani sendirisendiri, akan menjadi cerita betapa kamu benarbenar berusaha memantaskan diri menjadi yang terbaik. Sampai akhirnya berani memintaku melalui kedua orangtuaku. Orangorang di sekitarku selalu bertanya, siapa lelaki beruntung yang berhasil mendapatkan aku. Mereka salah, akulah si beruntung yang membiarkan kau memilihku. Terima kasih untuk menjaga dirimu hanya untuk perempuan masa depanmu. Yaitu aku.

Kamu memang tidak pandai memainkan alat musik, tidak lihai bermain katakata, jauh dari definisi romantis versi film Hollywood, bukan tipikal pemimpi seperti aku. Tapi, jangan tanya kenapa akhirnya aku bisa menerima kamu. Bukankah hati selalu lebih dulu tau perihal kenyamanan, sebelum logika memaparkan demikian? Kamu mungkin tidak masuk dalam daftar kriteria lelaki idaman, tapi aku yakin kamu sebaikbaik imam yang akan menuntunku di masa depan. Kamu memang bukan ksatria berkuda putih yang aku impikan, tapi kamulah sebaikbaik kenyataan yang selalu aku harapkan.

Hari ini kita merayakan tigapuluh hari yang menakjubkan. Ada peluk dan cium yang kita tebar di sana. Ada tawa dan tangis yang memberi warna pada harihari kita. Ada kau yang mencintaiku dengan caramu. Ada aku yang mencandumu. Ada kita yang mengutuk segala pisah walau hanya sesaat. Tigapuluh hari mungkin masih terlalu singkat untuk membuktikan cinta yang kita punya. Maka, biarkan tigapuluh hari kebersamaan ini menua menjadi tigapuluh minggu, bulan, tahun, dan berkali lipat lagi. Untuk jutaan detik yang terlewati, untuk jutaan detik yang menanti, izinkan aku menjadi awal dan akhirmu. Aku takkan pergi jauh lagi untuk mencari bahagia. Karena pada akhirnya aku sadar, ada seseorang yang rela berjuang menciptakan bahagia untukku. Yaitu kamu.

Sayang, aku mau merayakan kehidupan dengan berbagi hidup denganmu. Semoga kita tidak pernah lelah melewati jalan yang mungkin tak mudah.

Peluk hangat,
Aku.

Advertisements

2 thoughts on “Merayakan Tigapuluh

    • Wahh terima kasih šŸ™‚
      Terharu, ternyata masih ada yg mampir, padahal udh lama sekali gak di update. Ini blog udh lebih banyak sarang labalaba daripada postingan sepertinya hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s